Senin, 11 Januari 2010

Fakta tentang Patung Asmat, Asli VS Tiruan

Amole!

Some of my customer complained about the price of Papua Carving, why they were so expensive.  So readers, I want you to read the following facts before you change your mind.  This risets was gathered from my several risets on the NET.

But before that, lets take a sneak peek on the history of Asmat Carving.

THE HISTORY OF ASMAT CARVING

Seni Ukir Patung Asmat berasal dari Kabupaten Asmat, Papua.  Seni ukir ini sudah ada sejak tahun 1700an dan merupakan wujud kepercayaan kepada roh nenek Moyang dan di simbolkan dalam bentuk patung dan ukiran.

Patung dan ukiran Asmat di buat tanpa skestsa.  Mengukir patung adalah saatnya berkomunikasi dengan leluhur yang ada di alam lain. Ini dimungkinkan karena masyarakat Asmat mengenal 3 macam konsep dunia. Asmat on capinmi atau kehidupan sekarang, Dampu on capinmi atau alam persinggahan roh yang sudah meninggal dan Sarfar atau surga. Mereka percaya sebelum masuk sarfar/surga,  arwah yg sudah meninggal mengganggu manusia.  Gangguan ini bisa berupa penyakit, bencana alam. Untuk menyelamatkan semua itu maka mereka membuat patung dan menggelar adat pesta patung Bis atau Bispokombi

Tahu ga kalau museum-museum seni dunia juga turut memajang hasil kebudayaan asli Indonesia ini. Hebat kan?  Salah satunya adalah Metropolitan Museum of Art di New York.  Museum ini adalah salah satu museum besar yang juga memiliki artifak Asmat yang tercatat berada dalam koleksi Michael C. Rockefeller, salah satu orang terpandang di New York.

Then why the price of Patung Asmat or Asmat Carving is so expensive?  There are several factors that influence the prices, which are;
  1. Patung Asmat sejatinya dibuat sebagai perlengkapan ritual adat dan keagamaan Suku Asmat yang berada di pedalaman Papua. Oleh karena itu, para kolektor yang ingin mendapatkan patung asli harus rela menembus pedalaman hutan. Perjuangan keras inilah yang membuat harga jual patung Asmat melambung tinggi.
  2. Biaya transportasi (pesawat) dari Kabupaten Asmat untuk menjangkau ke luar Kabupaten juga tinggi sehingga mempengaruhi harga yang ditawarkan ke konsumen.
  3. Banyak pengrajin cinderamata yang membuat replika yang sangat mirip patung Asmat asli. Para turis manca tidak harus bersusah payah pergi jauh ke ujung Timur Indonesia karena banyak pengrajin di Bali, Jawa Barat, dan Jawa Tengah yang menawarkan patung khas Asmat buatan mereka sendiri.
  4. Faktor di atas, menyebabkan turunnya pamor patung Asmat di mata dunia dan tentu merupakan kerugian bagi pemerintah lokal yang tidak mendapat pemasukan daerah dari karya asli penduduk lokal.
Okey, Now you know then If you buy stuff from Timikaunique, this means A LOT to us!
  1. Anda telah membantu pengrajin lokal karena Anda membeli barang yang ASLI bukan TIRUAN.
  2. Dengan membeli produk pengrajin lokal berarti Anda juga ikut mengangkat harkat dan martabat mereka dari pemasukan yang mereka terima dan juga turut melestarikan budaya ASLI Indonesia
  3. Blog kami berkomitmen untuk turut melestarikan budaya, oleh karena itu we try our best to give the LOWEST and COMPETITIVE PRICE.
Informasi harga Patung Asmat di TimikaUnique;


Harga: IDR 350.000 / pair




Harga/Price: IDR 175.000 / pair




Price/Harga: IDR 230.000,00 or IDR 115.000,00 / head
(Note: you can request how many head in a boat, one head is IDR 115.000,-)

Note:
  1. Harga di atas belum termasuk biaya kirim
  2. Untuk pemesanan / Inquiry silahkan baca keterangan yang ada di side Bar sebelah Kanan
 ******************************************************************************
Sumber:  http://www.rockczar.com/in/RPC_Content.aspx?CSID=3_50&NID=1470
               http://kisipapua.blogspot.com/2007/12/patung-asmat-budaya-menghormati-leluhur.html
               http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071203001133AAngUMd


    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar

    LinkWithin

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...