Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Wednesday, June 4, 2014

Inspirasi: Tempat Sagu khas Papua dan Clutch Batik Special untuk ibu saya :)

Amole! Hallo Pecinta Batik Papua,

Satu lagi hasil kreasi menjahit saya dengan kain batik khas Papua, tapi yang ini spesial saya buat untuk ibu saya yang akan kembali ke pulau Jawa hari Minggu besok tanggal 8 Juni. Ibu saya tinggal bersama saya sejak bulan februari 2014 lalu.

Untuk kali pertama ibu saya naik pesawat dan menginjakkan kakinya di tanah Papua. Ibu saya punya kesan tersendiri tentang Timika yaitu kota ini meskipun tidak serapi dan bersih seperti kota asalnya, dia bisa bertemu dengan orang dari berbagai macam latar belakang suku dan budaya. Dan dia senang sekali dengan ubi dan sayur kangkung dari pertanian lokal disini karena menurut beliau ubi disini lebih manis dan kangkungnya lebih krenyes-krenyes di bandingkan di kota asalnya yaitu Salatiga. Dan sebagai kenang-kenangan karena ibu pernah berkunjung ke rumah saya yang mungil di kota Timika ini saya persembahkan “Clutch Batik Papua”. Disini saya foto dengan background tempat sagu khas Papua. Tempat ini biasa digunakan untuk menaruh sagu pada upacara adat tradisional Papua dan bahannya dari kayu besi.  Kenapa disebut kayu besi karena kayunya berat spt besi tapi kelebihan kayu ini adalah kuat dan anti rayap sehingga cocok digunakan sebagai bahan outdoor furniture ataupun craft. Detail tentang tempat sagu khas Papua saya sajikan di postingan blog berikutnya ya Smile

Saya foto dompet ini dengan beberapa sudut. Foto mana yang paling kamu sukai? Saya tunggu komentarnya ya pembaca…

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Clutch ini “2 in one”. Talinya ada dua yaitu bisa yang pendek di bawa dipergelangan tangan dan tali selempang panjang. Bisa dipilih sesuai kebutuhan. Untuk pergi jalan-jalan atau untuk kondangan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Untuk clutch ini saya coba kombinasikan dengan kain polos warna merah. Bagaimana menurut pembaca? Serasi ga?

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tutup clutch di hias dengan lipatan-lipatan sehingga tampil lebih cantik

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ibu saya senang sekali menerima clutch ini katanya saya pintar sekali menjahit hehehe. “Makasih ibu, saya hanya download polanya saja kok dari internet dan ikutin langkah-langkah menjahitnya”, jelas saya. “O ya?” balasnya seperti tidak percaya.

Happy Sewing!

Ibu Chandra

Tuesday, May 27, 2014

Sewing and Inspire; Dompet Batik Papua

Amole! Hallo pecinta Batik Papua,

Kembali ke mesin jahit saya, kali ini saya ingin menginspirasi pembaca dengan membuat dompet cantik (dengan 2 kantung didalamnya) menggunakan kain batik papua.  Misalnya Anda mempunyai kain sisa yang cukup banyak kurang lebih 0,5 meter (bisa jadi 2 dompet di combine dengan kain polos).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saya menggunakan kain batik kode PO3112 Batik Cabut khas Papua warna hitam kecokelatan bahan katun. Saya suka motifnya yang ‘rame’ tapi warnanya ga norak ya Smile. Kain di atas harganya Rp. 93.000,00 per meter namun untuk kerajinan saya hanya memerlukan 0,5 meter saja - itupun masih sisa.

Kalau tertarik untuk membeli kain di atas bisa saja namun minimal pembelian adalah 1 meter.

Dan beginilah hasilnya Smile

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Oh ya saya terinspirasi membuat dompet di atas krn melihat hasil karya sesama crafter (mbak Yna Sew)  yang cantik sekali dan dia bersedia memberikan tutorialnya dalam bahasa Jepang. Pertama agak kesulitan tapi setelah di coba berkali-kali akhirnya berhasil untuk PERTAMA KALINYA membuat dompet dua saku spt ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kebetulan saya juga memerlukan dompet untuk saya bawa ke kondangan atau ke acara-acara resmi lainnya. Menjahit itu Menyenangkan ya Smile.

Sewing is fun, semoga postingan kali ini menginspirasi Anda Smile.

Ibu Chandra

Monday, November 18, 2013

Pengelolaan Sampah Mandiri, Sebuah Langkah Kecil Menuju Timika yang lebih bersih

Jujur saja ya, posting kali ini tidak ada hubungannya dengan Batik dan Oleh-Oleh khas Papua. Saya harap Anda tidak keberatan. Posting kali ini ingin mengajak Anda untuk mengelola sampah secara mandiri.

Kota Timika seperti halnya kota-kota besar lain di Indonesia menghadapi masalah pelik yaitu SAMPAH. Sampah dengan mudah bisa temui dimana saja, di jalan raya, di pasar tradisional, di bawah jembatan, disungai, di dekat kuburan, dilapangan. Menimbulkan bau yang tak sedap dan pemandangan yang tidak menyenangkan. Hal ini saya yakini sebagai rendahnya partisipasi masyarat dalam mengelola sampah dan rendahnya kepedulian mereka atas kebersihan.

Keprihatinan diatas mendorong saya ingin berbuat sesuatu yang berguna bagi keluarga saya, lingkungan saya. Caranya yaitu dengan mengelola sampah sendiri.

Dengan biaya kurang dari 500ribu, saya membuat Komposter Bata Terawang seperti di bawah ini. Ada yang tahu Komposter? Yak betul, Komposter adalah alat untuk membuat / menghasilkan Kompos.

2013-09-27 16.49.39

Komposter model seperti di atas dikhususkan untuk sisa sayuran segar, daun-daun kering, kulit sayuran yang tidak terpakai. Sengaja saya pisahkan dengan sampah basah seperti sisa nasi basi, sisa sayur basi yang dapat menimbulkan air lindi dan bau tak sedap yang bisa saja muncul saat proses pengomposan berlangsung.

Khusus untuk sampah basah saya membuat sendiri komposter model dibawah ini dari ember bekas cat pemberian teman saya.

2013-10-23 12.10.17 (640x480)

Jujur, Anda membutuhkan mental tidak jijik karena sampah basah selain menimbulkan bau (tidak menyengat) juga belatung. Namun begitu Anda tidak perlu berkecil hati karena masalah ini bisa di atasi dengan memberi kapur seperlunya sehingga belatung berkurang.

Selain mengelola sampah sendiri, saya juga ingin ikut mempopulerkan Urban Farming yaitu pertanian di lahan sempit dengan menggunakan tempat-tempat dari barang bekas seperti botol Aqua bekas, Ember bekas. Sistemnya juga vertikal artinya botol Aqua di tempatkan di dinding supaya menghemat tempat.

534374_10151966236097902_1892227990_n

Beberapa manfaat telah saya rasakan dengan mengelola sampah sendiri lalu membuatnya menjadi kompos yaitu

  1. Frekuensi membuang sampah berkurang.  Sekarang saya hanya membuang sampah plastik 2 minggu sekali .  Sebelum ada komposter, setiap 2 hari sekali harus ke TPS (tempat pembuangan sementara) karena di tempat saya tinggal tidak ada jasa pengambilan sampah layaknya diperumahan-perumahan.
  2. Menghemat waktu saya karena kunjungan ke TPS berkurang Open-mouthed smile, sebagai ibu rumah tangga sampah merupakan salah satu tanggung jawab saya.
  3. Hasil dari kompos bisa saya manfaatkan untuk tanaman saya.

Jikalau informasi ini kurang lengkap, Anda bisa mencari informasi lebih banyak tentang Cara Membuat Kompos dari Sampah Rumah Tangga dari internet ataupun dari buku. Salah satu buku yang saya rekomendasikan adalah buku dibawah ini karangan pak Norbertus Kaleka.

1383205_10151938738047902_1534987047_n

Mari kita jadikan lingkungan sekitar kita lebih bersih, asri.  Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada melihat hijaunya uang eh bukan hijaunya daun hehehe.

Salam Hijau,

Ibu Chandra

Thursday, May 19, 2011

Batik Papua ada di cover majalah Sekar

Amole....

Tanpa sengaja, ketika aku beli majalah Sekar edisi bulan ini nemu dech gambar dibawah ini. Batik Papua di pakai oleh model di cover depan majalah.  Dress cantik dari bahan batik Papua dipadukan dengan jaket dari batik daerah lain. Cantik banget ya.

Timikaunique di bukalapak.com

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...