Showing posts with label life sharing. Show all posts
Showing posts with label life sharing. Show all posts

Friday, January 24, 2020

Mengenal Burung Kasuari, Burung Endemik Papua

Sumber Gambar: Simon Bardet dari Pixabay
Amole! Hallo Pembaca!


Postingan kali ini ingin mengajak pembaca mengenal Burung Kasuari asli Papua. Sebetulnya ada misi dibalik tulisan ini sih..sebetulnya saya ingin pembeli tahu kalau Topi Adat Papua yang saya jual dibuat dari bulu Burung Kasuari asli.

Awal berjualan dulu saya belum sadar akan tindakan saya ini, saya pikir kalau dijual bebas berarti legal / diperbolehkan. Selama berjualan topi adat Papua juga lancar-lancar saja, tidak ada pelarangan ketika kita mengirim melalui kurir. Jadi menurut saya ini ada yang janggal. 

Tentu saja perubahan tidak terjadi dalam satu malam, kerumitan terjadi manakala saya sudah terlanjur menjualnya dalam satu paket dan termasuk barang yang best seller di toko online saya :(.

Kesadaran Untuk Peduli Terhadap Burung Kasuari dan kaitannya dengan pelestarian Hutan

Burung Kasuari sendiri jumlahnya smakin menurun di Alam karena penangkapan. Oleh karena itu saya sedang membuat Alternatif Paket Baju Adat Papua yang tidak menggunakan bahan-bahan dari bulu kasuari.

Selain Ramah hewan (animal friendly), Paket Baju Adat ini juga lebih murah dibandingkan Paket Baju Adat dengan Rumbai Asli Papua. Rumbai Papua Asli sendiri juga dibuat dari bahan Alami yaitu daun sagu yang diambil dari hutan. 







Baju Adat Yospan Papua yang lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bulu kasuari

Jika teman teman ingin membeli paket baju adat Papua yang lebih ramah lingkungan bisa membeli paket baju adat Yospan yang saya jual Klik disini. Paket baju adat ini dibuat dari bahan kain, topi adat dari bulu ayam dan kelinci.

Mengenal Burung Kasuari


Sumber foto: Anja Schroder dari Pixabay
Ada tulisan menarik tentang Kasuari yang bertebaran di internet dan salah satunya adalah tulisan yang berjudul " Kasuari, Burung Bongsor dari Papua" yang ditulis oleh Sarah Megumi dari Greener.com.

Ditulisannya diceritakan burung kasuari tidak bisa terbang karena sayapnya kecil dan tidak sempurna. Karena tidak bisa terbang ini pulalah burung kasuari diburu oleh manusia untuk diambil dagingnya, bulunya, kukunya, bahkan telurnya..duh kasihan ya pembaca.

Sumber Gambar: Pixabay
Burung kasuari juga merupakan pemakan biji-bijian, mulai dari matoa, kenari, pala, biji rotan dan banyak jenis biji bijian lainnya. Burung Kasuari juga membantu pertumbuhan tanaman dengan cara menyebarkan biji biji tanaman melalui feses / kotorannya.

Tulisan menarik lainnya saya temukan adalah tulisan yang berjudul 10 Fakta Menakjubkan dari Keindahan Burung Kasuari, Mirip Dinosaurus oleh Ina Sinaga yang diterbitkan di situs IDN . Si penulis menceritakan kaki burung kasuari besar mirip kaki dinosaurus. Kaki yang besar ini merupakan senjata burung Kasuari jika tidak suka terhadap sesuatu.

Burung Kasuari dikenal sebagai burung terbesar di dunia dan kukunya yang tajam bahkan bisa membunuh manusia dan itu nyata terjadi. Ketika kita memegang topi adat Papua kita sesungguhnya tidak benar benar tahu bagaimana resiko yang dihadapi oleh para pengumpul bulu burung kasuari.

Untuk membaca artikel lengkap bisa baca disini https://www.google.com/amp/s/www.idntimes.com/science/discovery/amp/ina-suraga/fakta-menakjubkan-burung-kasuari-c1c2

Status Perlindungan

Semua jenis kasuari telah masuk dalam daftar jenis yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa. Dengan status tersebut maka setiap orang yang tidak boleh berburu, menyimpan, memiliki, mengangkut burung kasuari dan atau bagian-bagiannya (sumber: http://dhony-syach.blogspot.com/2010/12/burung-kasuari-maskot-papua-barat.html?m=1).


Burung kasuari bisa hidup hingga 50 tahun. Meskipun dapat bertahan hidup lama, burung ini mengalami penurunan populasi. Selain faktor perburuan secara masif, adapun adanya konversi lahan dapat merusak habitat alami burung besar ini. 

Hutan yang merupakan habitat kasuari berubah menjadi permukiman maupun perkebunan kelapa sawit. Konversi lahan dari hutan menjadi perkebunan kelapa sawit tentunya tidak hanya merugikan burung endemik ini saja, melainkan satwa-satwa lain yang dominan hidupnya di hutan Papua juga dapat terkena imbasnya (sumber: Instagran Hutan Papua).

Kesimpulan

Penggunaan aksesoris baju adat Papua dari bulu Kasuari sebaiknya dihindari karena melanggar Undang Undang di Indonesia, selain itu juga mengakibatkan jumlah burung kasuari semakin menurun.

Untuk itu saya berkomitmen untuk TIDAK LAGI menjual topi adat Papua dari bulu Kasuari. Untuk itu saya minta maaf kepada customer saya, ini memang keputusan yang tidak mudah, saya sendiri masih perlu meyakinkan pada diri sendiri berkali-kali.

Jika ada pembaca ada yang memberi ide alternatif topi adat Papua yang lebih ramah lingkungan, silahkan hubungi saya. Lalu jangan lupa share tulisan saya supaya semakin banyak orang tahu. Selain burung kasuari, burung Cenderawasih juga merupakan satwa yang sering digunakan sebagai topi adat Papua. Banyak pejabat yang datang kePapua dengan bangganya memakainya tanpa mengetahui sedikitpun apa dampaknya.

Ibu Chandra
HP/WA 081.393.00.4879


Tuesday, July 10, 2018

Kenalan Yuk dengan Suku Dani, Bule Kocak dalam Film Kulari Ke Pantai


Amole! Hallo pecinta Batik dan Kerajinan khas Papua!

Berkenalanan dengan Suku Dani, pemeran Film Kulari Kepantai berawal dari mention Instagram mbak Ligwina Hananto yang juga berperan dalam film ini.

Mention MrsHananto ke Gue :)

Disini Akun saya @timikaunique di sebut :)

Screenshoot Akun MrsHananto tentang Suku Dani, Pemeran Film Kulari Ke Pantai

Saya kenal mbak Wina udah lama sejak dia menjadi financial Planner dan terbaca kalau saya juga tipe ibu rumah tangga yang hobi banget ngatur keuangan hehehe. Saya berkesempatan bertemu mbak Wina di Timika saat diadakan Worshop Financial Literacy di tempat suami saya bekerja di Papua.

Saya dan mbak Wina berteman baik di Instagram, kami beberapa kali saling ber comment diakun IG masing masing. So in general, we know each other well. Dan karena mbak Wina ini publik figur, tentu saja saya banggaaa pake buangeet saat dimention sama dia hehehe.

MrsHananto dan SukuDani dalam film Kulari Ke Pantai bersama pemeran cilik dan produser film ini yaitu Riri Riza
Saya pribadi belum punya kesempatan nonton film ini namun beberapa teman teman saya di Facebook mereview film ini dengan sambutan positif, bahkan ada yang menilai angka 9 dari 10. Film keluarga dengan setting lokasi berbagai wilayah di jawa dari Jakarta hingga Banyuwangi yang mempesona. 

Untuk sinopsis cerita silahkan baca Artikel yang berjudul Sinopsis Film Kulari ke Pantai yang Tayang Bioskop Mulai Hari Ini - Tirto.ID dan juga review 5 Alasan kenapa anak millenial wajib nonton film Kulari ke Pantai

Jadi makin penasaran lihat filmnya. Yuk kita lihat cuplikan filmnya sama sama.


Atau bisa juga follow akun Instagram mbak Mira Lesmana Sang Produser @mirles dan klik hastag #kularikepantai.
Official Instragam mbak Mira Lesmana @mirles
Nah difilm ini kita berkenalan dengan Suku Dani. Warga keturunan Kanada yang besar di Wamena. Logat papuanya yang kental, mempunyai pesona sendiri di film ini.

Official Instagram akun@Suku_Dani

Setelah membaca artikel yang berjudul 10 Gaya Travelling Suku Dani dan ini Suku Dani, Bule Kocak yang Ramaikan Film Kulari ke Pantai | Republika Online Mobile tahulah saya kalau Suku Dani ini beneran bule yang lahir dan besar di Wamena, Papua karena ortunya bekerja di LSM. Nama aslinya sendiri adalah Daniel James Maxey.
Instagram @suku_dani
Nah yang unik dari Suku Dani ini kalau di lihat dari akun instagramnya @suku_dani adalah memotret Papua dalam sudut pandangnya , kadang dalam, sesekali dibumbui vidio lucu ala Mop Papua dengan aksen Papua yang kental. 

Saya pribadi sangat merekomendasikan Anda Anda sekalian untuk menfollow akunnya jika Anda punya minat tersendiri tentang Papua. Yang saya suka adalah ketika dia menulis tentang tokoh tokoh inspiratif, tokoh yang turut membangun Papua dari bawah. Dan dia juga seorang Blogger lho. Blognya adalah Blog Moutain Roostman

Melalui blog beliau, saya tahu kalau selain lucu, Suku Dani punya visi dan misi ikut membangun Papua meskipun dia bukan warga asli Papua. Yah 11/12 lah dengan saya hehehe. Sama sama bukan keturunan asli Papua dan sudah lama tinggal di Papua. Kesamaan saya dan Suku Dani adalah menyebarkan virus cinta Papua melalui sosial media.

Dalam Blognya, Suku Dani menulis bahwa Roostman diambil dari kata "akar".  Menandakan bahwa kehidupan sebuah pohon berasal dari Akar (Roots). Begitu juga keberadaan kita sebagai satu masyarakat dapat ada karena sejarah kita dan orang-orang yang hidup sebelum kita.

Sebuah pohon tertanam oleh karena "akar"nya, mendapatkan nutrisi melalui "akarnya" dan kadang dapat berkembang biak melalui "akarnya".

"Akar" adalah gambaran yang sempurna mengenai bagaimana kita, sebagai masyarakat, juga bergantung kepada "akar" kita sebagai katalisator, sebagai penuntun dan sebagai alasan untuk tetap hidup (Sumber tulisan dari Blog Mountain Roostman).

Inspiratif bukan? Kunjungi Blognya untuk mengenal lebih jauh Suku Dani dan proyek Roostman-nya. 

Nah sebagai penutup ayo kita lihat Video Videonya yang kocak di You Tube. Siap-siap terhibur dengan video-video karyanya. Yang isinya tak jauh dengan keseharian masyarakat Papua :).



Salam Picaaaah.
Ibu Chandra


Sunday, April 23, 2017

Impian menjadi Crafter

Amole! Hallo Pecinta Batik Papua,

Sepertinya sudah menjadi kodrat saya, kalau saya ini suka sekali dengan yang namanya kerajinan tangan. Dari mulai menjahit, mengerjaan furniture (serius), berkebun. Menjahit sudah saya kerjakan hampir 5 tahun ketika anak saya masih kecil kecil. Meskipun perempuan, saya mahir menggunakan gergaji listrik (circular saw) dan pernah membuat bangku, meja dan lemari sendiri. Berkebun juga saya jalani, bahkan saya mempunyai fanspage sendiri yaitu Berkebun di Timika. Sepertinya hobi-hobi saya ini merupakan hadiah / bakat yang turun temurun di keluarga kami. Almarhum Budhe saya adalah orang yang pandai sekali membuat sulaman, menjahit, berkebun. Bahkan Almarhum Ayah saya, mampu menjahit dan mempunyai mesin jahit dirumahnya.

Nah minggu-minggu ini, suami saya off bekerja untuk waktu yang cukup lama yaitu sekitar satu bulan. Hal ini dikarenakan Unjuk Rasa karyawan PT. Freeport Indonesia, yang saat ini perusahaan sedang bersengketa dengan ketua SPSI dan maraknya PHK terhadap karyawan. Mungkin teman teman pernah membaca juga beritanya di Televisi atau Internet. Sedih sih karena otomatis gaji dipotong banyak *hiks* namun kita tidak mungkin juga berdiam diri. Karena alasan membantu perekonomian keluarga juga saya memutuskan untuk menjahit kembali. Juga suami saya bisa membantu saya menjaga anak-anak sementara saya bekerja di Ruang Menjahit. Nah seperti ini hasilnya. Saya masih berkesperimen namun semoga kelak saya punya ciri khas sendiri ya. Untuk produknya pun saya pilih yang mudah dikerjakan dan tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama. Dari mulai memotong pola dan menjahit diperlukan waktu minimal 30 menit untuk masing - masing produk ini. Semoga berkenan dengan produk-produk Handmade buatan saya ya. Jika berminat silahkan Whats App saya ya.






Keterangan: Dompet Earphone dengan Gantungan Kunci
Material: Batik Tulis Papua
Pelapis: Busa Tipis dan Kain Katun Printing
Zipper: Plastik
Diameter: 11 cm
Harga: Rp. 40.000,00 / item
Stok: 3 pcs





Keterangan: Dompet Koin 
Material: Batik Print Papua
Lapisan: Busa Tipis dan Katun Print Bergaris
Zipper: Plastik
Ukuran: 10 x 20 cm
Harga: Rp. 35.000,00
Stok: Habis (Hubungi kami jika memerlukannya )






 Keterangan: Dompet Make Up / Dompet Serbaguna
Material: Batik Print Papua
Pelapis: Busa dan Kain Furing Warna Hijau
Zipper: Coil
Ukuran: 18 cm x 14 cm
Harga: Rp. 45.000,00
Stok: 2 pcs

Mungkin banyak yang menyerngitkan dahi. Kok mahal ya? Hehehe. Iya karena membuatnya tidak seperti yang dibayangkan. Perlu waktu paling tidak 45 menit / item. Dan yah meskipun dikerjakan sendiri, upah tenaga kerja menyesuaikan kurs Timika hehehe. Dan bagaimana menurut pendapat kalian? Sudah cukup baguskah hasil karya saya? Masukannya saya tunggu ya pembaca.

Salam,
Ibu Chandra



Friday, January 30, 2015

Postingan dari Hape

Amole!
Hallo pecinta Batik Papua...Apa kabarnya? Semoga dalam keadaan sehat selalu ya!
Ada kabar bagus dari saya, akhirnya 25 Oktober 2014 lalu saya melahirkan bayi laki~laki yg sehat melalui operasi caecar. Kenapa operasi karena alasan medis waktu itu sehingga tidak dapat lahir secara normal. Jadi bulan~bulan pertama saya lebih fokus pada mengembalian kondisi fisik saya dan ke bayi.
Kini saya mulai menekuni usaha online Batik Papua meskipun pelan~pelan. Saya lebih fokus pada barang~barang ready stock bukan pre~order.
Bukalapak
Saya terus terang lebih sering online dari hp daripada didepan laptop dan untungnya fitur~fitur di Bukalapak versi hp semakin lengkap dengan adanya Draft jadi barang~barang yg mau di upload di edit~edit dulu secara offline, baru kalau sudah oke semuanya kita tinggal klik jual barang. Eh jangan lupa di connect dulu data selulernya. Pokoknya makin puas deh berjualan di www.bukalapak.com. Sudah beberapa kali menerima pesanan melalui Bukalapak dan terus terang senang dengan kemudahan bertransaksinya dan yang pasti keamanannya. Jangan lupa ya teman~teman, kunjungi lapak kami di www.bukalapak.com/timikaunique
Salam,
Ibu Chandra

Monday, November 18, 2013

Pengelolaan Sampah Mandiri, Sebuah Langkah Kecil Menuju Timika yang lebih bersih

Jujur saja ya, posting kali ini tidak ada hubungannya dengan Batik dan Oleh-Oleh khas Papua. Saya harap Anda tidak keberatan. Posting kali ini ingin mengajak Anda untuk mengelola sampah secara mandiri.

Kota Timika seperti halnya kota-kota besar lain di Indonesia menghadapi masalah pelik yaitu SAMPAH. Sampah dengan mudah bisa temui dimana saja, di jalan raya, di pasar tradisional, di bawah jembatan, disungai, di dekat kuburan, dilapangan. Menimbulkan bau yang tak sedap dan pemandangan yang tidak menyenangkan. Hal ini saya yakini sebagai rendahnya partisipasi masyarat dalam mengelola sampah dan rendahnya kepedulian mereka atas kebersihan.

Keprihatinan diatas mendorong saya ingin berbuat sesuatu yang berguna bagi keluarga saya, lingkungan saya. Caranya yaitu dengan mengelola sampah sendiri.

Dengan biaya kurang dari 500ribu, saya membuat Komposter Bata Terawang seperti di bawah ini. Ada yang tahu Komposter? Yak betul, Komposter adalah alat untuk membuat / menghasilkan Kompos.

2013-09-27 16.49.39

Komposter model seperti di atas dikhususkan untuk sisa sayuran segar, daun-daun kering, kulit sayuran yang tidak terpakai. Sengaja saya pisahkan dengan sampah basah seperti sisa nasi basi, sisa sayur basi yang dapat menimbulkan air lindi dan bau tak sedap yang bisa saja muncul saat proses pengomposan berlangsung.

Khusus untuk sampah basah saya membuat sendiri komposter model dibawah ini dari ember bekas cat pemberian teman saya.

2013-10-23 12.10.17 (640x480)

Jujur, Anda membutuhkan mental tidak jijik karena sampah basah selain menimbulkan bau (tidak menyengat) juga belatung. Namun begitu Anda tidak perlu berkecil hati karena masalah ini bisa di atasi dengan memberi kapur seperlunya sehingga belatung berkurang.

Selain mengelola sampah sendiri, saya juga ingin ikut mempopulerkan Urban Farming yaitu pertanian di lahan sempit dengan menggunakan tempat-tempat dari barang bekas seperti botol Aqua bekas, Ember bekas. Sistemnya juga vertikal artinya botol Aqua di tempatkan di dinding supaya menghemat tempat.

534374_10151966236097902_1892227990_n

Beberapa manfaat telah saya rasakan dengan mengelola sampah sendiri lalu membuatnya menjadi kompos yaitu

  1. Frekuensi membuang sampah berkurang.  Sekarang saya hanya membuang sampah plastik 2 minggu sekali .  Sebelum ada komposter, setiap 2 hari sekali harus ke TPS (tempat pembuangan sementara) karena di tempat saya tinggal tidak ada jasa pengambilan sampah layaknya diperumahan-perumahan.
  2. Menghemat waktu saya karena kunjungan ke TPS berkurang Open-mouthed smile, sebagai ibu rumah tangga sampah merupakan salah satu tanggung jawab saya.
  3. Hasil dari kompos bisa saya manfaatkan untuk tanaman saya.

Jikalau informasi ini kurang lengkap, Anda bisa mencari informasi lebih banyak tentang Cara Membuat Kompos dari Sampah Rumah Tangga dari internet ataupun dari buku. Salah satu buku yang saya rekomendasikan adalah buku dibawah ini karangan pak Norbertus Kaleka.

1383205_10151938738047902_1534987047_n

Mari kita jadikan lingkungan sekitar kita lebih bersih, asri.  Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada melihat hijaunya uang eh bukan hijaunya daun hehehe.

Salam Hijau,

Ibu Chandra

Friday, June 29, 2012

Writer’s Note: Busy Week and other story

Dearest my lovely customer,
Bulan ini menjadi bulan yang paling sibuk bagi saya. Banyak order yang masuk baik itu untuk batik papua ataupun permintaan kerajinan khas Papua. Terima kasih atas apresiasinya. Tapi bagaimanapun saya harus menyeimbangkan posisi saya sebagai Ibu Rumah Tangga dan pekerjaan saya. Dan hal tersebut tidaklah mudah.
Anyway….minggu kemarin kami sekeluarga berkesempatan mengunjungi Hotel Kamoro Tame. Kebetulan saya harus mengantar paket koteka pesanan Ibu Yatno dari Purwokerto yang saat itu bermalam di hotel tersebut. Beliau datang ke Timika untuk menjenguk suaminya yang kerja di sini (Timika). Jadi dari kenal via online ketemu di dunia nyata deh.
P6240801
Paket Koteka dibungkus dalam kardus, sengaja tidak di beri gabus karena rencana paketnya akan di bawa di bagasi pesawat, dan tidak di kirim melalui kurir Tapiiiii bagian paling susah sebenarnya saat packing itu sendiri Smile. Perlu waktu lumayan lama dalam membuat kardus yang pas dengan ukuran kotekanya.
Sebenarnya ingin ngobrol banyak dengan Ibu Yatno tapi anak saya sudah over excited melihat kolam renang yang ada di bagian dalam hotel.
Setelah pakai baju renang dia langsung….NYEBUR!!
SWIMMING POOL
Karena tidak bisa renang, dia cuma renang di pinggir kolam renang hehehe. Go..go..go girl!
SWIMMING AT KAMORO TAME HOTEL
Swimming at Kamoro Tame Hotel, Timika, Papua. Tiket masuk renang/anak Rp. 25.000,00. Kolam renang terbagi menjadi dua yaitu untuk anak-anak (dangkal) dan dewasa (agak dalam).
Sausan di kamoro tame
Anak saya senang banget bisa berenang di sini. Maklum jarang sekali berenang hehehe. Setelah dirayu-rayu akan dibelikan balon, dia baru bersedia keluar dari kolam renang. Itupun setelah pakai baju, dia mau nyebur lagi ke kolam hehehe.
Minggu ini saya juga mendapatkan tugas untuk mengirimkan paket bahan lukisan dari lembaran kulit kayu polos ke Jakarta. Sesuatu hal yang tak terduga terjadi sehingga memperlambat proses pengiriman. Namun akhirnya saya berhasil juga mengirim 30 lembar kulit kayu ke Jakarta! Paket di kirim melalui cargo Merpati dengan total berat 11 kilogram. Rekor dech! Karena pakai cargo pesawat, tarifnya lebih murah yaitu Rp. 20.000,00 / kilogram.
Foto Dokumentasi Pengiriman
Pertama kali kirim paket melalui Cargo Pesawat. Horeeeee!
Benar-benar dech minggu super sibuk. Naik sepeda motor keliling Timika untuk antar paket ini.  Entah kenapa saya jadi merindukan suara mesin jahit saya…hiks!

UPDATE! 17 JUNI 2013

Kami menjual bahan kulit kayu polos spt berikut ini:


Kenapa polos? Krn masih berupa bahan kulit kayu saja dan biasanya di lukis sendiri oleh customer.  Tergantung kreatifitas Anda. Mau dibuat tas juga boleh. Ide saja dari kami.  Tekstur kulit kayu yang kasar bisa memberikan aksen berbeda didinding rumah Anda, jika Anda memutuskan untuk membuatnya menjadi hiasan dinding.

Berikut adalah detailnya:

Nama Barang: Bahan Kulit Kayu Polos dari Papua
Ukuran: 1 x 1 meter
Ready Stock: 3 lembar
Harga / lembar: Rp. 145.000.00 belum termasuk Ongkos kirim.

Pemesanan:

1. By email: ChandraMalini81(at)gmail(dot)com
2. By sms / telepon / whats app: 081.393.00.4879
3. LINE ID: timikaunique

Salam,
Ibu Chandra

Sunday, November 15, 2009

Pemadaman Listrik, What Can We Do About It?








Pemadaman listrik bergilir sepertinya jadi fenomena baru di masyarakat terutama warga ibukota Jakarta. Kalau Anda mengikuti berita di televisi, banyak Industri/usaha merugi karena pemadaman listrik.  Sebuah pilihan yang mau tidak mau harus di jalani.  Bete, jengkel begitulah reaksi kita ketika pemadaman listrik terjadi.  Aktifitas seperti menonton televisi yang merupakan aktifitas paling di sukai masyarakat Indonesia tidak lagi dapat di nikmati untuk sementara waktu.

Saya sich sudah kenyang pengalaman menghadapi situasi seperti ini.  Tidak perlu panik ibuk-ibuk, berikut tips-tips dari saya ketika pemadaman listrik terjadi. 


  • Yang perlu di perhatikan dan di ingat-ingat adalah jadwal pemadaman listrik.  Kalau di Timika, jadwal pemadaman listrik sudah pasti yaitu 2 hari sekali.  Please dont laught because that’s truly happened in here.  Jadi sebelum listrik mati, pastikan lampu emergensi sudah di charge.  Laptop sudah di charge.  Lampu emergency yang bagus bisa bertahan hingga 4-5 jam pemakaian.  Cari merek yang bagus seperti punya saya yaitu Energizer.  Kalau rumah ibuk cukup besar, beli 1/2 lampu emergensi sebagai cadangan.

  
Jika ibu termasuk type yang gatel kalau ga nonton televisi meski sebentar saja mau tak mau ibuk harus berinvestasi dengan membeli inverter.  Inverter adalah alat untuk merubah tegangan DC 12 Volt ke tegangan AC 220 Volt (mengutip kalimat-kalimat suami).  Kalau enggak jelas tanya ke tukang listrik dech ibuk pasti tahu.  Dengan alat ini ibuk bisa tetap nonton televisi, menggunakan komputer / laptop tanpa listrik dari PLN.  Tentunya selain Inverter, ibuk tetap butuh alat tambahan seperti accu (12 Volt) dan charger baterai accu.


  
Waspada:  Jangan menggunakan lilin sebagai penerang kecuali kalau kepepeeeet banget.  Lilin berisiko sekali jika kesenggol dan jatuh bisa mengakibatkan kebakaran, apalagi kalau di tempatkan di dekat bahan-bahan yang mudah terbakar seperti kertas. 




  • Pemadaman listrik mengakibatkan tidak berfungsinya alat-alat listrik seperti Lemari Es.  Tips dari saya buatlah es batu sebanyak-banyaknya di freezer sehingga suhu / temperatur di dalamnya tetap bertahan untuk beberapa jam ke depan.  Dan jangan lupa untuk membuang air di penumpangan air di bawah freezer supaya air tidak melebar kemana-mana.



  • Jangan lupa untuk menanak nasi lebih awal, sehingga Anda tidak kelaparan atau malah jajan di luar karena rice cooker mati.



  • Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk menyapa tetangga Anda dan mengajak anak Anda bermain di luar ruangan.  Tidak ada televisi, tidak ada laptop (karena baterainya sudah habis) dan playstation.  Kita ambil sisi positifnya saja ibuk-ibuk.  Ngerumpi dengan tetangga mungkin sudah lama tidak Anda lakukan karena begitu terlarut dengan acara-acara televisi.  Ajak anak-anak untuk melakukan kegiatan yang positif seperti membaca buku atau beberes ruangan.



  • Jika pemadaman listrik terjadi dimalam hari, jangan lupa untuk meng/-OFF-kan steker, atau televisi sehingga tidak ada skenario ketika listrik menyala terdengar suara televisi begitu nyaringnya!  Atau Anda harus bangun dari tidur lelap anda untuk mematikan lampu-lampu yang menyala.



  • Pakailah Lotion Anti Nyamuk.  Ketika listrik mati dimalam hari, nyamuk lebih leluasa menyerang mangsanya.  Jika ibu mempunyai anak yang masih kecil, tidak ada salahnya berinvestasi membeli kelambu.  Merek yang bagus adalah Javan Bed Canopy (bukan promosi lhoo).



  • Last but not least.  Enjoy it.  It wont last forever.  Masih mending atuh buk di Jawa, pemadaman listrik terhitung jarang terjadi dibandingkan di sini (Timika).  Lhoh kok jadi curcol sich.


Bagi siapa aja yang punya ide-ide menarik selain pengalaman di atas, silahkan kasih komentar.  Yuuuuk....!!


Timikaunique di bukalapak.com

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...