Sunday, April 23, 2017
Impian menjadi Crafter
Wednesday, June 4, 2014
Inspirasi: Tempat Sagu khas Papua dan Clutch Batik Special untuk ibu saya :)
Amole! Hallo Pecinta Batik Papua,
Satu lagi hasil kreasi menjahit saya dengan kain batik khas Papua, tapi yang ini spesial saya buat untuk ibu saya yang akan kembali ke pulau Jawa hari Minggu besok tanggal 8 Juni. Ibu saya tinggal bersama saya sejak bulan februari 2014 lalu.
Untuk kali pertama ibu saya naik pesawat dan menginjakkan kakinya di tanah Papua. Ibu saya punya kesan tersendiri tentang Timika yaitu kota ini meskipun tidak serapi dan bersih seperti kota asalnya, dia bisa bertemu dengan orang dari berbagai macam latar belakang suku dan budaya. Dan dia senang sekali dengan ubi dan sayur kangkung dari pertanian lokal disini karena menurut beliau ubi disini lebih manis dan kangkungnya lebih krenyes-krenyes di bandingkan di kota asalnya yaitu Salatiga. Dan sebagai kenang-kenangan karena ibu pernah berkunjung ke rumah saya yang mungil di kota Timika ini saya persembahkan “Clutch Batik Papua”. Disini saya foto dengan background tempat sagu khas Papua. Tempat ini biasa digunakan untuk menaruh sagu pada upacara adat tradisional Papua dan bahannya dari kayu besi. Kenapa disebut kayu besi karena kayunya berat spt besi tapi kelebihan kayu ini adalah kuat dan anti rayap sehingga cocok digunakan sebagai bahan outdoor furniture ataupun craft. Detail tentang tempat sagu khas Papua saya sajikan di postingan blog berikutnya ya
Saya foto dompet ini dengan beberapa sudut. Foto mana yang paling kamu sukai? Saya tunggu komentarnya ya pembaca…
Clutch ini “2 in one”. Talinya ada dua yaitu bisa yang pendek di bawa dipergelangan tangan dan tali selempang panjang. Bisa dipilih sesuai kebutuhan. Untuk pergi jalan-jalan atau untuk kondangan.
Untuk clutch ini saya coba kombinasikan dengan kain polos warna merah. Bagaimana menurut pembaca? Serasi ga?
Tutup clutch di hias dengan lipatan-lipatan sehingga tampil lebih cantik
Ibu saya senang sekali menerima clutch ini katanya saya pintar sekali menjahit hehehe. “Makasih ibu, saya hanya download polanya saja kok dari internet dan ikutin langkah-langkah menjahitnya”, jelas saya. “O ya?” balasnya seperti tidak percaya.
Happy Sewing!
Ibu Chandra
Tuesday, May 27, 2014
Sewing and Inspire; Dompet Batik Papua
Amole! Hallo pecinta Batik Papua,
Kembali ke mesin jahit saya, kali ini saya ingin menginspirasi pembaca dengan membuat dompet cantik (dengan 2 kantung didalamnya) menggunakan kain batik papua. Misalnya Anda mempunyai kain sisa yang cukup banyak kurang lebih 0,5 meter (bisa jadi 2 dompet di combine dengan kain polos).
Saya menggunakan kain batik kode PO3112 Batik Cabut khas Papua warna hitam kecokelatan bahan katun. Saya suka motifnya yang ‘rame’ tapi warnanya ga norak ya . Kain di atas harganya Rp. 93.000,00 per meter namun untuk kerajinan saya hanya memerlukan 0,5 meter saja - itupun masih sisa.
Kalau tertarik untuk membeli kain di atas bisa saja namun minimal pembelian adalah 1 meter.
Dan beginilah hasilnya
Oh ya saya terinspirasi membuat dompet di atas krn melihat hasil karya sesama crafter (mbak Yna Sew) yang cantik sekali dan dia bersedia memberikan tutorialnya dalam bahasa Jepang. Pertama agak kesulitan tapi setelah di coba berkali-kali akhirnya berhasil untuk PERTAMA KALINYA membuat dompet dua saku spt ini.
Kebetulan saya juga memerlukan dompet untuk saya bawa ke kondangan atau ke acara-acara resmi lainnya. Menjahit itu Menyenangkan ya .
Sewing is fun, semoga postingan kali ini menginspirasi Anda .
Ibu Chandra
Wednesday, May 7, 2014
Hamil Anak ke-3
Amole! Hallo pecinta Batik Papua….
Lama tidak menulis di blog ini ya karena kesibukan saya sebagai Ibu Rumah Tangga. Saya ada sedikit surprise..saya hamil kembali dengan anak ke-3 . Rencananya mau melahirkan di Timika saja. Doakan ya semoga kelak bisa melahirkan normal dengan lancar
karena ini menjadi pengalaman pertama saya melahirkan di tanah Papua hehehe.
Kehamilan saya sekarang sudah memasuki bulan ke-3 dan seperti kehamilan saya sebelumnya, saya juga mengalami mua-mual, kurang bergairah dan agak berbeda dengan kehamilan sebelumnya saya mengalami yang namanya hipersalivasi atau air ludah berlebih. Karena kondisi inilah akhir-akhir ini saya mengurangi aktifitas online saya. Saya jarang update produk melalui sosial media. Mohon maaf sebesar-besarnya jika saya selalu telat membalas pertanyaan dari pelanggan-pelanggan Batik Papua baik melalui bbm, fanspage, whats app, sms dsb. Doakan saja ya kondisi saya mendatang segera membaik/normal.
Oh ya akhir-akhir ini entah kenapa saya rindu kembali untuk menjahit, untuk berkarya krn ada kebutuhan untuk itu. Kebetulan dompet tablet yang saya beli rusak jahitannya, oleh krn itu saya menjahit dompet tablet menggunakan sisa kain batik yang saya punya dan ta daaa…begini hasilnya…..
Contoh kreasi dompet Batik Papua
Jika tertarik dengan kainnya, kainnya masih ada bisa dibeli dengan harga Rp. 70.000,00 / meter. Bahannya katun ya.
Untuk sementara saya update produk melalui fanspage dan bbm ya…
Happy Sewing!
Chandra
Wednesday, January 23, 2013
Handmade Corner Series: Dompet hp ala Timikaunique
Amole! Hallo pecinta Batik Papua dan pecinta craft dimana saja Anda berada.
Kembali menyapa dengan Seri “ Handmade Corner”. Yaitu posting khusus menampilkan hasil kreasi jahit menjahit/craft menggunakan kain Batik Papua. Kebetulan di rumah saya lagi mati lampu jadi niat banget mau postingin karya yang saya bikin yaitu Dompet hp dan Dompet Serba Guna Aksen Aplique.
HANDMADE CORNER SERIES
Ini adalah dompet serbaguna yang akhirnya jadi dompet untuk menyimpan Kamera Digital saya dan Kabel Data USB. Kain yang digunakan untuk luar adalah kain belacu dihias dengan aksen Aplique Kain Perca Papua berbentuk segi empat yang di jahit zigzag. Karena baru pertama kali nyoba desain Aplique jadi memilih bentuk yang standart saja. Untuk lain waktu saya coba desain lain spt “bunting flag”, “ikan” dll.
Dan untuk lapisan dalam saya menggunakan kain batik sisa yang ada..which is saya usahakan matching sama dompetnya.
And my other favorite crafty little things to sew adalah dompet hp seperti di bawah ini which is turn out pretty unique color for me. Hope you have the same opinion .
Saya menggunakan sisa kain dari baju anak yang saya buat untuk Rakhma seperti dalam postingan ini. This time, saya tidak lupa untuk meng”attach” label “Timikaunique”spy kelihatan profesional hehehe.
That’s my cell phone..No..I don’t have Blackberry Yet . Sebagai lapisan saya menggunakan kain flanel. Sebenarnya awalnya saya ingin jahit penutupnya menggunakan Velcro tapi saya ingat kalau liningnya menggunakan flanel maka biasanya Velcronya bisa lengket di flanelnya. So I keep this idea for Next project..mmm..hope so.
Ahhh…I like “The happy color” Blue and Red . I add a little extra detail using twill tape which is available in local craft shop in Timika. Double Happy.
Until Next time…
Happy Crafting
Ibu Chandra
Wednesday, June 20, 2012
Baju anak model Smocking (kerut-kerut)
Amole! Hallo pecinta Batik Papua,
Kembali berjumpa lagi dengan edisi “handmade corner” berisi inspirasi gaya dan showcase hasil praktek jahit menjahit saya menggunakan kain batik papua. Setiap saat saya ingin menguasai teknik baru dalam menjahit dan saya memutuskan untuk mencoba teknik smocking (shirred dalam bahasa Inggris).
Kali ini saya membuat model kerut-kerut (smocking) untuk ke-2 anak saya alias kembaran supaya lebih lucu . Kain yang diperlukan hanya 1 meter untuk anak usia 4 tahun dan 1.5 tahun. Dan diluar perkiraan saya, model baju seperti ini gampaaang sekali dibuat dan menyenangkan. Tidak perlu pola hanya selembar kain panjang sesuai ukuran badan si anak dan benang elastik! Waktu yang diperlukan untuk menjahit sekitar 2-3 jam untuk 1 baju. Jadi saat bikin baju ini saya bikinnya 2 malam.
Jadi misalkan Anda mempunyai kain sisa batik papua, saya rekomen banget model baju spt ini terutama jika sedang musim kemarau. Berikut adalah hasilnya .
Shirred Dress untuk kakak (4 y old) , difoto pagi-pagi saat nonton televisi hehehe. Saya tambahkan renda di bagian bawah rok untuk mempermanis penampilan.
Untuk si-upik saya tambahkan pita cokelat di bagian bawah rok, berbeda dengan kakaknya sebagai variasi.
Shirred Dress for adik (1.5 y old). Untuk adik saya buatkan lengannya dari renda supaya lebih feminin.
Bagaimana menurut Anda? Love to hear your comments .
Dan untuk the proyek selanjutnya, saya rencana akan membuat aftan Dress untuk saya sendiri. Inspirasinya dari sini.
Tanpa sengaja saya menemukan gelang bertuliskan “Timika-Papua” seperti di bawah ini, dan jadi terbayang-bayang memakai gelang ini dengan Kaftan Dressnya jika sudah jadi .
Salam,
Ibu Chandra














