Showing posts with label Jalan jalan ke Timika yuk. Show all posts
Showing posts with label Jalan jalan ke Timika yuk. Show all posts

Friday, June 29, 2012

Writer’s Note: Busy Week and other story

Dearest my lovely customer,
Bulan ini menjadi bulan yang paling sibuk bagi saya. Banyak order yang masuk baik itu untuk batik papua ataupun permintaan kerajinan khas Papua. Terima kasih atas apresiasinya. Tapi bagaimanapun saya harus menyeimbangkan posisi saya sebagai Ibu Rumah Tangga dan pekerjaan saya. Dan hal tersebut tidaklah mudah.
Anyway….minggu kemarin kami sekeluarga berkesempatan mengunjungi Hotel Kamoro Tame. Kebetulan saya harus mengantar paket koteka pesanan Ibu Yatno dari Purwokerto yang saat itu bermalam di hotel tersebut. Beliau datang ke Timika untuk menjenguk suaminya yang kerja di sini (Timika). Jadi dari kenal via online ketemu di dunia nyata deh.
P6240801
Paket Koteka dibungkus dalam kardus, sengaja tidak di beri gabus karena rencana paketnya akan di bawa di bagasi pesawat, dan tidak di kirim melalui kurir Tapiiiii bagian paling susah sebenarnya saat packing itu sendiri Smile. Perlu waktu lumayan lama dalam membuat kardus yang pas dengan ukuran kotekanya.
Sebenarnya ingin ngobrol banyak dengan Ibu Yatno tapi anak saya sudah over excited melihat kolam renang yang ada di bagian dalam hotel.
Setelah pakai baju renang dia langsung….NYEBUR!!
SWIMMING POOL
Karena tidak bisa renang, dia cuma renang di pinggir kolam renang hehehe. Go..go..go girl!
SWIMMING AT KAMORO TAME HOTEL
Swimming at Kamoro Tame Hotel, Timika, Papua. Tiket masuk renang/anak Rp. 25.000,00. Kolam renang terbagi menjadi dua yaitu untuk anak-anak (dangkal) dan dewasa (agak dalam).
Sausan di kamoro tame
Anak saya senang banget bisa berenang di sini. Maklum jarang sekali berenang hehehe. Setelah dirayu-rayu akan dibelikan balon, dia baru bersedia keluar dari kolam renang. Itupun setelah pakai baju, dia mau nyebur lagi ke kolam hehehe.
Minggu ini saya juga mendapatkan tugas untuk mengirimkan paket bahan lukisan dari lembaran kulit kayu polos ke Jakarta. Sesuatu hal yang tak terduga terjadi sehingga memperlambat proses pengiriman. Namun akhirnya saya berhasil juga mengirim 30 lembar kulit kayu ke Jakarta! Paket di kirim melalui cargo Merpati dengan total berat 11 kilogram. Rekor dech! Karena pakai cargo pesawat, tarifnya lebih murah yaitu Rp. 20.000,00 / kilogram.
Foto Dokumentasi Pengiriman
Pertama kali kirim paket melalui Cargo Pesawat. Horeeeee!
Benar-benar dech minggu super sibuk. Naik sepeda motor keliling Timika untuk antar paket ini.  Entah kenapa saya jadi merindukan suara mesin jahit saya…hiks!

UPDATE! 17 JUNI 2013

Kami menjual bahan kulit kayu polos spt berikut ini:


Kenapa polos? Krn masih berupa bahan kulit kayu saja dan biasanya di lukis sendiri oleh customer.  Tergantung kreatifitas Anda. Mau dibuat tas juga boleh. Ide saja dari kami.  Tekstur kulit kayu yang kasar bisa memberikan aksen berbeda didinding rumah Anda, jika Anda memutuskan untuk membuatnya menjadi hiasan dinding.

Berikut adalah detailnya:

Nama Barang: Bahan Kulit Kayu Polos dari Papua
Ukuran: 1 x 1 meter
Ready Stock: 3 lembar
Harga / lembar: Rp. 145.000.00 belum termasuk Ongkos kirim.

Pemesanan:

1. By email: ChandraMalini81(at)gmail(dot)com
2. By sms / telepon / whats app: 081.393.00.4879
3. LINE ID: timikaunique

Salam,
Ibu Chandra

Friday, February 12, 2010

Timika Membangun

This above pictures will never be the same way in next 1, 2, 3 years ahead so I decided to shoot it instantly.



Perbaikan Jalan di sebuah pemukiman warga

 

The little girl wandering what happened with the road and why the people looked so busy 

Cheers
Chandra


Thursday, December 3, 2009

Tersesat dalam pencarian Papeda

Saya pernah dengar Papeda, tapi belum pernah mencobanya.  Ingin sich tapi belum ada waktu untuk pergi ke resto yang jualan Papeda.  Hingga suatu pagi yang cerah saya membaca update status FB teman saya yang lagi hamil muda nyidam Papeda.  Penasaran dengan yang namanya Papeda, saya nekat ke Pasar Tradisional dengan menggendong anak saya. Hahaha.  Maklum lah ga ada pembantu.

Saya tersesat di pasar swadaya Timika, dan kecapekan setelah keliling pasar (shopping list saya waktu itu ga cuma cari Papeda).  Saya bingung antara mau jalan terus atau tidak karena sepertinya saya mengambil jalan yang salah.  Namun mungkin karena sudah nasib, akhirnya sampai juga di lapak yang jualan Papeda.  Lapak papeda satu area dengan lapak jualan ikan laut.  At first sight, saya pikir ibu ini jualan batu cadas ya karena papeda yang ada di kepala saya ya mirip-mirip dengan tepung sagu pada umumnya.  Namun begitu saya tanya ibu yang jualan, ternyata 'batu cadas' yang saya maksud memang Papeda.  Papeda yang diatas meja ibu itu adalah Papeda yang di jual dalam bentuk bongkahan. O la la.  Saya sempat wawancara dengan ibu itu  sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli yang dalam bentuk tepung (lebih ringan).  Saya bercerita kalau teman saya di Jawa, minta tolong di kirimkan papeda karena nyidam.  Kemudian ibu itu menjawab" O iya..kalau nyidam harus di penuhi, karena kalau tidak nanti bayinya ngeces (air liurnya) keluar terus" dan katanya lagi "harus beli 2 bungkus ibuk kalau untuk ibuk hamil muda, kalau tidak bayinya nanti protes".  Wah saya pikir "smart marketing" he..he..he..Ibu itu sempat memeragakan cara buatnya dan bagaimana penyimpanannya supaya awet.  "Kalau tidak biasa makan, terasa aneh, tapi kalau sudah sekali makan setelah itu pasti ketagihan" Kata ibu itu sebelum saya akhirnya menyerahkan uang tanda saya jadi membelinya.

Mungkin suatu hari nanti, saya akan mencoba mencicipinya dan let see apa betul Papeda bikin saya ketagihan?


(for Raysitta and Cynthia, thank you for asking me Papeda, because you guys, I got this story)

Friday, November 27, 2009

Our visit to Bandara Mozes Kilangin, Timika

Sore ini kami berkesempatan mengunjungi Bandara Mozes Kilangin, Timika. Sebelumnya, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Adha bagi siapa saja yang merayakannya.  Semoga kita bisa belajar dari pengorbanan Nabi Ismail A.S.




Bandara Mozes Kilangin Timika dari berbagai sudut berbeda

Langsung saja ya.  Saat kami kunjungi, suasana bandara lumayan sepi, tidak terlalu ramai jadi enak untuk di ambil-ambil foto. Anakku, Rakhma tentu saja very excited saya ajak ke Bandara. As always, she was so active and running happily any direction she  likes. Satu hal yang aku sangat tertarik adalah design dari bangunan Bandara yang mengawinkan budaya lokal berupa patung asmat yang di tempatkan di ruang tunggu taxi dan di langit-langit dinding. Begitu juga tiang-tiang penyangga berukirkan ukiran asmat. Sangat indah dan etnik. Ciri khas ukiran Papua sebenarnya sangat sederhana tapi justru kesederhanaan itulah yang membuatnya beda. Bandara ini juga bersih, tertib dan rapi. Klop dech.

Lebih jelasnya, silahkan menikmati foto-foto yang saya ambil sore ini!




Patung Asmat di ruang tunggu taxi

Taxi yang dimaksud adalah mobil carteran bukan taxi seperti yang umumnya ada.  Fungsi patung di ruang tunggu taxi untuk membuang puntung rokok dan pinang.  Mengunyah pinang merupakan kebiasaan masyarakan asli Papua.


Tiang Bandara berukirkan ukiran Asmat


 

Ukiran khas Papua di dinding Bandara

Kalau di lihat pada foto di atas, ukiran berupa hal-hal yang berdeketan dengan keseharian masyarakat Papua seperti kepiting (hasil laut), tifa (gendang), noken (tas punggung), panah.

Saya berharap semakin banyak orang mengenal budaya Indonesia terutama budaya Papua yang sepertinya belum banyak publikasinya di media cetak ataupun elektronik.  Saya juga berkeinginan suatu hari mempunyai website yang menjual dan menyajikan informasi tentang budaya papua.  Seperti kalimat salah satu customer saya "akhirnya saya bisa belanja online barang seni papua". 

Friday, June 26, 2009

REGGAE STYLE DI TIMIKA





REGGAE STYLE di Timika


Hari minggu yang lalu, aku juga sempet mampir ke toko yang menjual barang-barang khas anak mudanya timika. Ada tas  unik yang banyak di pakai oleh muda-mudi timika yaitu tas dari bahan wol dengan hiasan rumbai-rumbai dan grafis ceria. Ada gambar bibirnya mick jagger, garis merah kuning hijau mengingatkan kita pada rasta / reggae style. Reggae style memang di sukai di sini...enggak cuma tas tapi juga gelang, topi, kaos.

Sayangnya aku ga punya foto muda-mudi yang sedang ber reggae style..mungkin suatu hari nanti. Ga terasa ya udah weekend. Have a nice weekend  for everyone.

chandra

Timikaunique di bukalapak.com

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...