Monday, March 14, 2011

Mengagumi Kain Tenun Jepara Nan Cantik

 

Salah satu customerku kebetulan menginginkan kain tenun, maka atas request itulah aku mencari kain tenun di toko batik Sekarmulya yang ada di Salatiga. FYI, saya sekarang masih di Salatiga and baru bulan April nanti kembali ke Papua. Insya Allah.

Yuk di lihat koleksinya…..

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Detailnya…..

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Koleksi lainnya….

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Lebih detailnya…

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Naksir dengan kain-kain di atas? SAMA.

Inbox ya kalau tertarik untuk mengetahui harganya. Mumpung aku masih di Salatiga ini :D.

B.Rgds,

Ibu Chandra

Saturday, January 1, 2011

Resensi Buku, Batikku; Pengabdian Cinta tak berkata

 

Batikku._Pengabdian_Cinta_tak_Berkata 

Life is a mistery.  Begitulah kata pepatah mengatakan.  Siapa sangka kepindahanku ke tanah Papua memperkenalkan aku pada Batik Papua secara tidak sengaja. Jujur, sebelumnya aku kurang tertarik belajar tentang batik hingga akhir-akhir ini batik seperti “booming” dan menjadi “must have outfit”.

Dari sekedar berjualan batik Papua, ketertarikanku akan batik nusantara mulai tumbuh.  Ingin rasanya tahu lebih banyak mengenai apa itu batik, proses pembuatannya, sejarah dan ragam batik nusantara.  Keingintahuanku inilah yang mendorongku untuk membeli buku yang berhubungan dengan batik, salah satunya adalah buku ini.  Buku yang di karang oleh Ibu Hj. Ani Yudhoyono, istri Presiden RI kita sekarang yaitu Bapak H. Bambang Yudhoyono.

Resensi Buku, Batikku Pengabdian Cinta Tak Berkata

Ditulis oleh Ibu Hj. Ani Yudhoyono

Pada awal buku, Ibu Ani ingin menyampaikan bahwa batik merupakan karya cipta urun tangan.  Tangan orang-orang yang ikut turun andil dalam menciptakann selembar kain polos hingga menjadi batik nan indah. Batik juga merupakan karya gotong royong dari banyak orang secara turun temurun. 

Peran perempuan mempunyai posisi yang strategis dalam tradisi membatik.  Karena dari tangan-tangan para perempuan inilah batik di ciptakan.  Hal ini maklum karena kebanyakan pengrajin batik adalah para Ibu Rumah Tangga yang menjadikan batik bagian dari keseharian hidupnya serta mata pencaharian mereka.

Dan bagaimana ragam batik yang tersebar di Nusantara ?, di jelaskan secara mendetail dalam buku ini.  Mulai dari ragam batik Betawi, Garut, Tasikmalaya, Indramayu, Cirebon, Pekalongan, Banyumas, Purworejo, Jogyakarta, Surakarta, Sragen, Pacitan, Lasem, Tuban dan Madura. Kebudayaan, nilai-nilai sosial dan kemasyarakan dari masing-masing kota tersebut memberikan sentuhan nilai dan warna berbeda pada masing-masing batik dari kota tersebut.  Sehingga batik dari kota satu dengan kota lainnya mempunyai keunikan sendiri-sendiri.

Perkembangan batik tidak bisa di lepaskan dari tangan orang-orang yang ahli dalam batik.  Siapa saja mereka?  Sebut saja Iwan Tirta, Bapak Widodo “Indigo”; pengembang batik alami warna biru “indigo” serta Ibu Larasati Suliantoro Sulaiman; Pendiri sekaligus kurator Museum Batik Rakyat “Cipto Wening” di Imogiri, Bantul, dan banyak lagi tokoh-tokoh lainnya. Peran apa yang mereka mainkan dalam memperkaya batik, di jabarkan juga dalam buku ini.

Seperti apa proses membatik itu? Diungkapkan secara lengkap di buku ini tahap demi tahap.  Mulai dari awal sampai akhir.  Alat-alat yang digunakan untuk membatik seperti malam, canting, lilin, cap batik dsb juga di jabarkan dengan cukup jelas dilengkapi dengan foto-foto yang menarik dari tim fotografer.

Kecintaan ibu Ani pada batik berawal dari kesehariannya melihat perempuan membatik.  Batik juga menjadi bagian dari sejarah hidupnya.  Dari ketika Ibu Ani masih kecil hingga saat ini.  Batik sudah menjadi pakaian kebanggaannya.  Peristiwa-peristiwa bersejarah dalam kehidupan Ibu Ani diabadikan dalam lembaran foto-foto.  Kita sebagai pembaca seolah di ajak untuk menyimak perjalanan hidup beliau melalui foto-foto ini.  Di dalamnya terselip cerita bagaimana batik seolah menjadi saksi mati bagi peristiwa penting tersebut.  Beberapa di antara koleksi batik Ibu Ani di tampilkan di sini.  Batik-batik yang mempunyai nilai sejarah.  Batik yang hanya di kenakan pada acara-acara tertentu dan orang-orang tertentu.  Hal ini lumrah mengingat batik mengandung nilai tata krama serta kesantunan jadi tidak sembarang orang bisa memakainya.

Pada akhir buku ini, di tampilkan pula koleksi Ibu Ani yang terpilih pada ajang World Expo 2010.  Koleksi yang di tampilkan antara lain Batik Priangan, Pesisiran, Pedalaman, Batik Madura, Bunga Rampai.  Koleksi batik ini dilayout menyerupai katalog dilengkapi dengan nama batik, asal dan ukuran batik.  Diantara kokeksi batik yang terpilih, ada satu-satunya batik dengan motif Papua yaitu batik yang di beri judul “Ragam Hias Papua”.

Secara keseluruhan, buku ini sangat menarik untuk di koleksi karena termasuk lengkap dalam mewakili pesan yang ingin di sampaikan.  Pesan terserbut adalah bahwa batik sebagai warisan budaya bangsa perlu di lestarikan dengan cara kreatif dalam menggunakan karya batik serta ikut mendorong kreatifitas kaum muda untuk terus berkarya dalam menciptakan batik dengan desain yang selalu fresh.

 

Ibu Chandra

Friday, December 31, 2010

Selamat Tahun Baru 2011

4145752096_09016d9df6

“We will open the book.  Its pages are blank.  We are going to put words on them ourselves.  The book is called Opportunity and its first chapter is New Year’s Day”.

- Edith Lovejoy Pierce -

Thursday, December 30, 2010

Info Permintaan Katalog Batik Papua

 

Amole….

nyoba

Jika Anda memerlukan informasi Katalog Batik Papua , baik itu Batik Printing (Material dari Katun / Satin ) maupun Batik Tulis Papua, Silahkan hubungi kami melalui;

Email: ChandraMalini81@gmail.com atau

SMS: 081-393-0048-79 atau

Facebook Page Kami: www.facebook.com/chandramalini atau Facebook Fan Page Batik Papua: www.facebook.com/Batik Papua

Best Regards,

Ibu Chandra

Friday, November 19, 2010

Toko Online TimikauniqueTutup untuk sementara

Dear Batik Papua Lovers,

Dengan berat hati kami ingin memberitahukan bahwa Toko Online kami tutup untuk sementara waktu hingga 3 bulan ke depan di karenakan saya sebagai pemilik blog Timikaunique, akan menghadapi persalinan dalam waktu dekat ini sehingga tidak dapat memfollow up permintaan Batik Papua.

Besar harapan saya, suatu saat nanti tetap dapat kembali melayani jika ada permintaan Batik Papua. I love Batik Papua dan berharap suatu saat bisa come back lagi.

Salam hangat,

Ibu Chandra

Monday, October 18, 2010

Liputan Kunjungan ke Griya Batik Sekar Mulya, Salatiga

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Griya Batik Sekar Mulya, Salatiga

Kali ini, saya ingin mengajak pembaca blog Timikaunique jalan-jalan ke kota Salatiga.  Sebuah kota kecil di Jawa Tengah, yang masuk dalam Kabupaten Semarang.  Kok Salatiga sich? Ya…karena saya kelahiran Salatiga dan untuk sementara ini tinggal di kota ini untuk persiapan melahirkan anak-2 yang diperkirakan lahir awal bulan Desember ini.  Doakan ya para pembaca, semoga persalinannya lancar.

Hari Minggu kemaren, tepatnya tanggal 17 Oktober 2010, saya berkesempatan untuk mengunjungi sebuah Griya Batik di daerah Magersari, Tegalrejo.  Nama Griya Batik tersebut adalah Sekar Mulya.  Awal cerita suatu pagi saya membaca koran Suara Merdeka, yang menampilkan artikel tentang Batik Plumpungan yaitu batik yang menjadi ciri khas kota Salatiga.  Nah Griya Batik ini menawarkan batik Plumpungan di tokonya yang baru saja di buka dan diresmikan oleh walikota Salatiga.  Karena penasaran, saya cari informasi lebih lanjut tentang batik tersebut lebih dahulu di internet.  Dan ini mungkin bisa menjelaskan tentang batik Plumpungan;

Batik Plumpungan diambil dari Batu Prasasti Plumpungan, simbol kelahiran dari Kota Salatiga, di tandai dengan motif dua batu lonjong yang saling berimpitan

Saat itu saya belum ada gambaran sama sekali seperti apa batiknya karena saya browsing lewat HP, jadi daripada penasaran saya langsung meluncur ke lokasi Griya Batik.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Batik Plumpungan, di tandai dengan motif batu lonjong yang saling berimpitan

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Ragam Batik Plumpungan yang di kembangkan oleh Griya Batik Sekar Mulya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Deretan Batik Plumpungan yang cantik dan ceria

Batik Plumpungan, di tandai dengan cecek berupa bulatan-bulatan kecil menyerupai batu (kain deretan paling bawah), selain itu juga di tambah dengan motif-motif flora seperti bunga, daun.  Warnanya cantik-cantik, bukan?'

Pada foto di atas, material yang di pakai adalah katun Prismina dan kain Dobi.  Harganya bervariasi tergantung dari jenis kain dan kualitas kain. Kain Dobi itu bahannya sedikit licin tapi ringan dan dingin kalau di pakai.

Selain mengembangkan batik Plumpungan, Griya Batik Mulya juga mengembangkan Kain Tenun Printing dengan motif Plumpungan.  Jadi bukan jenis Kain tenun ATBM namun di cetak jadi menyerupai kain tenun.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA          OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Kain Tenun Printing motif Plumpungan yang dikembangkan oleh Griya Batik Mulya

Di Griya Batik, saya juga berkesempatan melihat-lihat koleksi batik dari daerah lain yaitu Batik Madura, Batik Pekalongan dan Batik Boyolali. YAY.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Batik Madura bercirikan motif yang “ramai” (deretan atas)
OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Batik Boyolali bercirikan gurat-gurat / garis-garis

Saya terus terang senang sekali bisa berkunjung ke Griya Batik ini, tempatnya bersih dan asri.  Selain itu, saya bisa melihat-lihat koleksi batik dari daerah lain (Batik Madura, Pekalongan, kain ikat Jepara dan Boyolali).  Sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya. Dan karena masih grand opening, ada diskon 20% lhoooo. 

Sebelum berpamitan pulang, saya menggunakan kesempatan ini untuk berfoto bersama putri saya dan keponakan saya yang cantik-cantik.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
 What a lovely day….
Jika ada pembaca Blog Timikaunique yang tertarik untuk mengoleksi Batik Plumpungan, bisa hubungi saya melalui Email: ChandraMalini81@gmail.com atau sms ke nomor: 081-393-004879.  Saya dengan senang hati akan membantu.

Untuk warga kota Salatiga dan sekitarnya yang ingin mampir ke Griya ini, silahkan di catat alamat di bawah ini;
Griya Batik Sekar Mulya Jln. Tidore No.83C Magersari, Tegalrejo, Salatiga – Jawa Tengah
Telp / Fax: (0298) 323818

Semoga celotehan saya kali ini berkenan di hati pembaca sekalian.  Semoga lain waktu saya bisa ‘meliput’ behind the scene Batik Papua (karena rencananya saya akan mengunjugi proses pembuatan batik Papua jika Allah SWT memberi izin).

Salam saya dari Salatiga,
Ibu Chandra

Saturday, October 16, 2010

Kontes Batik Di Plasa.Com

Happy Batik Day :)

Timikaunique ikut memeriahkan Perayaan Hari Batik 2 Oktober 2010 lalu dengan memasang widget Batik Badge di sebelah kanan side bar ^___^

Plasa dot com menyelenggarakan Kontes Photo Batik, be batik be plasa dari Tanggal 2 Oktober – 31 Oktober 2010.  Jadi, jika kamu punya foto dirimu sedang memakai Batik Papua atau batik lainnya, silahkan ikutan kontes ini.  Berhadiah pula lho….

Saya sendiri ingin ikut, namun sedang mempersiapkan Photonya.  Tertarik? Silahkan klik link berikut ini: Kontes Batik di Plasa.com

Mari kita ikut melestarikan warisan budaya Indonesia yang sudah di akui oleh UNESCO dengan bangga memakai baju batik.


Ibu Chandra

Timikaunique di bukalapak.com

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...