Tuesday, March 21, 2017

Mencicipi Kopi Tiyom, Kopi Papua di Waanal Resto & Cafe

Amole! Hallo pecinta Batik Papua,

Lama berjualan kopi khas Papua Amungme Gold Coffee mengakibatkan aku mempunyai ketertarikan akan kopi. Beberapa blog kopi pernah aku sambangi di antaranya adalah Cikopi. Blog ini memarkan kopi dengan berbagai jenis varian dan penyajiannya. Tidak berhenti di sana, beberapa buku tentang kopi juga pernah saya baca meskipun lupa judul dan pengarangnya. Selain itu beberapa artikel di majalah pertanian TRUBUS juga menambah wawasanku tentang kopi. Pernah juga mengkhayal mempunyai kebun kopi sendiri tapi sudahlah rasanya masih terlalu pagi untuk berkhayal hehehe. Selain itu perkenalanku dengan para Customer saya yang rata-rata penikmat kopi dan pemilik cafe kopi menuntut saya untuk mengetahui sedikit banyak tentang kopi.

Nah Hari Minggu lalu tepatnya tanggal 19 Maret 2017, Saya, Suami dan anak-anak berkesempatan mengunjungi Cafe Kopi di Timika yang letaknya ada di Jln. Cendrawasih No. 402 yaitu WAANAL COFFEE & RESTO. Memang dari awal niat banget pengen tahu tentang Kopi Tiyom yang konon masih saudara-an dengan Kopi Amungme. Sama-sama tumbuh di daerah Wamena hanya beda ketinggian penanaman. Juga beda pada roastingnya. Jika kopi Amungme roastingnya Dark maka Kopi Tiyom ini roastingnya LIGHT ke MEDIUM.

Saya membawa anak-anak karena Asisten libur hari Minggu. Menyiasati ini semenjak di dalam mobil, saya sudah catat apa saja yang perlu saya tanyakan sesampainya disana. Nah sampai juga kita ke Cafe setelah menempuh perjalanan dari rumah selama kurang lebih 20 menit. Cafe Waanal letaknya di lantai 2 bangunan ini ya. Masuk dari pintu samping lalu naik tangga yang ada di sebelah kanan.
Cafe ini buka dari Senin sampai Minggu. Pemilik cafe ini adalah Bapak Rendy Manurung, namun sayang waktu itu tidak dapat menemui karena saya datangnya pagi jam 10.00 WIT. Dan suasana cafe saat itu masih sepi. Saya bertemu dengan Mas Angga yang merupakan barista Cafe Waanal.

Masuk dari pintu ini lalu ada tangga ke kanan. The Coffee Awaits You Upstair


Depresso the Feelling You Get when You've Run Out of Coffee. Wah unik juga ya Quote-nya :). Interior khas Kopi kental menghiasi dinding Kafe ini. Tema yang di usung Kafe ini adalah Industrial
Anak saya memilih smoking area ini karena pemandangannya yang mengarah ke jalan. 


Selamat Datang di Kafe Waanal. Waanal di ambil dari kata Wa dan Naal. Wa artinya daerah yang sekarang di kenal sebagai Tembagapura sedangkan Naal artinya Anak Lelaki jadi artinya Anak Lelaki dari Tembagapura kira-kira artinya begitu.  Di gambar ini adalah Mas Angga yang sedang meracik kopi pesanan saya dan suami. Namun sebelumnya saya sudah sempat menanyakan apa sih Kopi yang di jual di kafe ini
Kafe ini menjual beberapa jenis kopi dari luar Papua diantaranya Java Java, Kopi Lanang dan Kopi Tiyom. Kopi Tiyom ini merupakan kopi yang di budidayakan di daerah Tiyom yang letaknya di pegunungan Wamena. Kopi ini merupakan varian Arabika dan Organik. Di Kafe ini kopi tiyom di roasting ke arah Light or Medium sehingga rasanya agak asam, manis namun dengan kadar kafein yang moderat. Jadi aman bagi lambung ataupun peminum kopi pemula.
Untuk peracikan Kopi, ada berbagai macam antara lain French Press, Ekspresso, satunya namanya lupa yang menggunakan filter kertas itu.
"Mesin pengolah kopi. Biji kopi (Green Bean) yang sudah dipilih dimasukkan di bagian corong atas, setelah mesin roastingnya mencapai panas suhu yang sudah ditentukan, green bean masuk ke proses roasting dan selama proses penggorengannya, mesin akan berputar terus hingga mencapai hasil akhir yang diinginkan. Apakah itu Light / Medium / Dark Roasting ( Angga, Barista Kafe Waanal)"
Mesin Pengolah Kopi Ekspresso, Cimball. Sambil menunggu pesenan datang, kita lihat-lihat bagian lain kafe ini ya.


Bagian dalam kafe. Ruangannya lebih luas dengan barisan meja panjang.


Kafe ini juga menyajikan "Live Music" pada hari hari tertentu. Dengan mendatangkan artis lokal ataupun mancanegara. 


Nah ini artis ciliknya hehehe...


Kopi pesanan saya sudah jadi. Saya pesan Kopi Mochacino dari biji kopi Tiyom dan rasanya creamy dan enaaaaak. Meskipun masih terlalu manis di mulut saya. Next time mungkin saya pesan gulanya terpisah ya supaya bisa merasakan kopi tanpa tambahan gula. Untuk harganya satu gelas kopi ini dihargai Rp. 33.000,00


Nah ini kelemahan ibu-ibu kalau lagi ke kafe. Apalagi kalau bawa anak-anak. Kalau disodorin Menu Kafe bingung mau pilih yang mana. Waktu itu sebetulnya mau pesan Banana Cake tapi kosong jadinya milih Cake yang ada aja yaitu Triple Soufle Cake. Ga tahunya manis dan agak eneg kuenya. Menurut saya ga cocok dilidah saya, karena kopinya udah manis. Mungkin next time saya pilih menu yang rasanya asin ya  untuk mendampingi kopi hehehe. 



Suami saya memesan Iced Capucino di dampingi dengan roti bakar. Roti Bakarnya lumayan enak, Tidak terlalu manis karena ada Tambahan keju. Juga dengan harga Rp. 15.000,00, dapat roti bakar yang lumayan banyak. Sampai ga habis lalu di bawa pulang (sayang kan buang buang makanan, ntar juga lapar lagi dirumah).


Putri saya memilih menu Spaggeti yang menurutnya Enak Bu!!! Seporsi Spaggeti ini di hargai dengan Rp. 50.000,00. Saya juga sempat ngicipin dan rasanya enak cuma kurang bumbu seperti oregano hehehe. Ya semuanya kembali ke selera masing -masing.


Putriku yang kedua memilih Es Krim Strawberry kesukaannya.  Pilihan menu beragam jadi anak-anak juga bisa ikutan makan.


Suami saya menikmati kebersamaan dengan putra kami Ahmad. Mumpung libur juga, biasanya suami bekerja dari Senin-Jum'at. Dari pukul 6.00 pagi sampai 5.00 sore. Jadi hari Minggu merupakan hari Keluarga :)


Dan selesai makan-makan tidak lupa foto-foto sebentar dan membeli kopi bubuk Tiyom yang dikemas seperti di bawah. Satu bungkus beratnya 250 gram. 



Dan untuk penjualan perdananya akan kami tulis di blog selanjutnya ya. Semoga tulisan kali ini bisa menambah wawasan Anda tentang kopi Papua.

Jika Ada pertanyaan, silahkan hubungi saya di 081.393.00.4879.

Salam Kopi,
Ibu Chandra














Sunday, March 12, 2017

Koleksi Kain Katun Prada Terbaru Bulan Maret 2017

Amole! Hallo Pecinta Kain Batik Papua,

Berikut ini adalah motif-motif terbaru Kain Batik Papua ya. Koleksi kali ini banyak didominasi oleh kain dengan motif tumpal. Bagus di jadikan rok ataupun atasan ya. Koleksi ini banyak yang suka dan cepat habis jadi buruan order ya kalau minat sebelum kehabisan.

Untuk harga Rp. 90.000,00 / meter. Minimal pembelian 2 meter. Jika beli lebih dari 2 meter, ada diskon meskipun tidak banyak.









Harga: Rp. 90.000,00 / meter




Sory warna yang akurat yang atas ya....

Harga: Rp. 90.000,00 / meter





Cantik dan Elegan bukan? Jika berminat, seperti biasanya kirim WA ke 081.393.00.4879. 

Salam,
Ibu Chandra

NB: Bagi yang email subscriber kami, ada harga spesial yaitu Rp. 83.000,00 / meter dengan mencantumkan alamat emailnya ya.







Thursday, March 2, 2017

Peluang menjadi Reseller Batik Papua

Amole! Hallo Pecinta Batik Papua,

Kami membuka kesempatan bagi Reseller Online untuk berjualan produk kain Batik Papua dengan Harga Spesial seperti di bawah.



Thursday, February 16, 2017

2000 Follower di Facebook Fanspage! Dapatkan Free Ongkir dan Diskon Bukalapak

Amole! Hallo Pecinta Batik dan Kerajinan Khas Papua.

Terima kasih atas apresiasinya hingga fanspage Batik Papua mempunyai 2000+ Follower. Suatu pencapaian yang berarti buat saya.

Dan untuk mengapresiasinya kami mengadakan Promo Free Ongkir  untuk follower kami di FANSPAGE BATIK PAPUA dan Diskon Bukalapak dari tanggal 18 Februari hingga 24 Februari 2017. Baca dulu syarat dan ketentuan berlakunya ya, supaya tidak salah paham.

  1. Free Ongkir berlaku untuk 1 kilogram pertama ya. Selanjutnya tidak kami tanggung. Free Ongkir hanya berlaku melalui pembelian via Akun Facebook Fanspage kami yang beralamat di Fanspage BATIK PAPUA.
  2. Diskon Bukalapak berlaku dari tanggal 18-24 Februari 2017. Diskon berlaku untuk barang tertentu yang ada label Diskonnya. Kunjungi Toko Kami di BUKALAPAK!
NOTE: Promo ini sudah berakhir. Semoga bisa bertemu lagi dengan promo promo lain!

Happy Shopping!
Ibu Chandra




Sunday, February 12, 2017

Jual Baju Adat Papua Anak Anak

Menjadi seorang fotografer dadakan seperti ini jelas-jelas membutuhkan kesabaran. Apalagi ketika berhubungan dengan yang namanya Anak-Anak. Biasanya saya memotret benda mati yang tidak pernah protes, namun kali ini saya mesti berhadapan dengan putri saya sendiri. Sebelum berangkat ke kawasan hutan Kuala Kencana untuk mendapatkan background yang ciamik (dalam imajinasi saya), anak saya sudah 'menodong' minta hadiah duluan. Dan apa dayalah saya menolak permintaan ini daripada saya bayar orang lain untuk dijadikan model yang pastinya tidak sedikit. Toh cuman Es Krim Pelangi yang harganya di sini Rp. 11.000,00 / biji. Jadilah didalam mobil Anak saya makan Es Krim dengan lahapnya dan tidak lupa saya selalu ingatkan "Tapi kakak nanti yang baik ya kalau di foto". Anak saya tidak merespons dan karena saya sudah capek duluan karena mengurus Adik lelakinya yang sudah belepotan es krim di wajahnya maka saya anggap dia setuju. Eh ga tahunya sesampainya di lokasi pemotretan..eng ing engggggg....


Anak saya ngambek duluan. Hiks. Karena waktu sudah menjelang sore, saya menagih janji "Kakak kan janji tadi sebelum berangkat sudah sepakat mau difoto. Pikir saya dalam hati "bodohnya aku ini eee kenapa juga maksa anak dijadikan model.  Lalu bagaimana ini  sudah bawa kostum, make up dsb" pikirku sambil garuk garuk kepala. Belum lagi suami yang menunggu sambil jagain anak saya yang cowok.  Mungkin karena mendengar  kalimat kalimat saya yang agak menekan mood anak saya menjadi tambah jelek.

Dalam keputusasaan aku menawarkan ke anak saya "Bagaimana kalau kita masuk ke hutan supaya kakak ga malu dilihat orang ?", Namun anak saya tetep cemberut. Akhirnya dengan memaksa dan terpaksa saya tetap ambil gambar namun hasilnya tidak memuaskan karena anak saya cemberut sekali bahkan sempat mau menangis....lalu sepertinya kakak mulai mengerti setelah saya break dulu memotret. Menunggu kakak ini mau difoto. Saya perlihatkan hasil foto yang ada di hp saya dan syukurlah setelah melihat hasil fotonya di hp saya, kakak bersedia memulai sesi pemotretan lagi. 

Dan berikut ini adalah hasil foto-fotonya. Terima kasih Kakak sudah mau bantu Bunda menyelesaikan pekerjaan sore ini. Yang jelas saya belajar dari peristiwa ini yaitu: Pemotretan membutuhkan suasana yang nyaman dan waktu yang cukup bagi mood anak. Anak-anak tidak bisa langsung "ON" seperti layaknya orang dewasa. Sepertinya mereka punya waktu sendiri kapan waktunya mau difoto.

Dan menyinggung  kembali judul postingan kali ini yaitu "Baju Adat Papua Anak-Anak", baju ini terdiri dari Topi Adat Papua, Rok Rumbai Papua, dan Aksesorisnya yaitu Gelang Lengan, Gelang Kaki, Gelang Tangan. Baju Adat ini TIDAK TERMASUK BAJU ATASAN. Jahit sendiri aja hihihi.

Kostum Adat Papua Anak-Anak nampak Depan
Kostum Adat Papua Nampak Samping
Kostum Adat Papua Nampak dari Belakang



Berikut adalah Deskripsi yang lebih jelas ya...
BAJU ADAT PAPUA ANAK-ANAK, terdiri dari:
  1. Topi Adat Ukuran Anak Anak ----- 1 buah
  2. Rok Rumbai Ukuran Anak Anak ----- 1 buah
  3. Kalung Gigi Sapi ------ 1 buah
  4. Gelang Lengan Ukuran Anak-anak 1 set untuk Lengan Kanan dan Kiri
  5. Gelang Kaki All size, ada tali yang bisa di atur sesuai lingkar kaki ---- 1 set untuk Kaki Kiri dan Kanan
  6. Gelang Wamena (2 buah)
Harga: Rp. 775.000,00 (diluar Ongkir). HARGA PROMOSI PERDANA. Ongkir dihitung 2 kilogram.

Untuk detail Ukuran dan Spesifikasi sebagai Berikut

  1. Topi Adat --- Ukuran panjang 31 cm x tinggi 11 cm x tebal 1 cm. Panjang diukur dari ujung topi ke ujung topi, tidak termasuk tali. Tinggi diukur dari pinggir bawah topi hingga ke bulu putih kelinci, tidak termasuk bulu kasuari. Material dari kulit kayu pohon Damar, Kerang Laut, Bulu Kelinci Asli dan Bulu Burung Kasuari Asli. Berat +- 90 gram
  2. Rok Rumbai ---- Ukuran Panjang ke Bawah Rok 50 cm x Lingkar Rok 85 cm (tali tidak dihitung). Material : susunan daun sagu kering. Berat: +- 290 gram
  3. Kalung Gigi Sapi ---  Material dari Gigi Sapi. Panjang Kalung: 52 cm (bisa diatur panjang pendeknya). Berat Total: 66 gram
  4. Gelang Lengan ---- Ukuran: 12 cm x 5 cm. Berat Total 33 gram
  5. Gelang Kaki ---- Ukuran: 20 x 7 cm. Berat Total 53 gram
  6. Gelang Wamena ---- Material dari Batang Anggrek Hutan. Berat: 3 gram

Nah jika berminat bisa menghubungi saya ya. Sebetulnya ada aksesoris lain yaitu tombak tapi sayang pas sesi pemotretan Anak Lelaki saya yang umur 2.5 tahun mematahkan ujung tombak jadi jika ingin memesan versi dengan tombak bisa saya tulis di postingan lain ya...


Jika ingin mengetahui lebih dalam tentang makna dibalik Baju Adat Papua, Bisa membaca tulisan ini Pakaian Adat Papua dan Penjelasannya


Salam,
Timika, 13 Februari 2017
Ibu Chandra


Saturday, February 4, 2017

Postingan Pertama di Tahun 2017

Hallo Pecinta Batik Papua. Apa kabar?

Sebelumnya pengen ucapin Met Tahun Baru 2017 ya. Sudah kangen pengen update melalui blog ini. Sibuk dengan hobi berkebun dan Jualan Oleh-Oleh Papua melalui Whats App, Bukalapak dan Instagram. Blog ini jadi sepi hiks. Padahal awalnya saya jual Batik Papua kan berkat Blog ini juga. Baiklah saya berjanji akan lebih sering meng-update melalui blog ini.

Teknologi Internet juga semakin berkembang saat ini ya. Baru minggu-minggu ini kenal dengan yang namanya WIFI, HOTSPOT hahaha. Jadi ceritanya saya nulis postingan ini menggunakan HOTSPOT dari hp dan baru pertama kalinya saya mengaktifkan fitur WIFI dilaptop. Anak saya bahkan yang memberitahu kalau aplikasi bisa di kirim antar hp jadi tidak perlu download. Aduh katroknya dakuuu...

Minggu ini Rencana mau foto Kostum Adat Papua yang aku jual. Sebelumnya kan aku jual terpisah. Biasanya kan saya jual di Bukalapak itu, Rok Rumbai sendiri, Topi Adat Sendiri, Aksesorisnya sendiri. Nah Rencana ini mau bikin Paket Kostum Adat Papua yang Anak dulu.  Harapan saya pembeli punya gambaran seperti apa jika di pakai di orang jika dibandingkan produk hanya di foto dilantai.

So stay tune ya. Nanti aku posting di blog ini.

Salam Rindu,
Ibu Chandra


Timikaunique di bukalapak.com

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...